Ekonomi
KSSK Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 jadi 5,4–5,5 Persen
Komite Stabilitas Sistem Keuangan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,4–5,5 persen, dari sekitar 5,6–6,0 persen pada Agustus, seiring tekanan global yang meningkat sejak Oktober.
Foto: Forextime.com / Wikimedia Commons (CC BY 2.0) — ilustrasi konsep pasar keuangan, bukan rapat KSSK.
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,4–5,5 persen secara tahunan. Angka itu lebih rendah dibandingkan proyeksi pada Agustus lalu yang berada di kisaran 5,6–6,0 persen.
Di saat yang sama, KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan berada dalam kondisi konsisten terjaga pada triwulan III-2026. Penilaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers KSSK di Gedung Thamrin, Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, pada Selasa (3/11/2026).
Konferensi pers itu dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. KSSK sendiri terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS.
KSSK melihat tekanan yang kembali meningkat memasuki Oktober 2026. Pemicunya adalah eskalasi konflik geopolitik yang mendorong naiknya harga energi global, ditambah kebijakan moneter global yang cenderung ketat.
Pemangkasan proyeksi ini menjadi penanda bahwa otoritas keuangan melihat risiko dari luar negeri semakin membebani perekonomian domestik, meski kondisi sistem keuangan sejauh ini dinilai tetap terjaga. KSSK sebelumnya juga telah mengingatkan bahwa tekanan terhadap perekonomian domestik meningkat seiring pengetatan likuiditas dan gejolak pasar keuangan global.
Sumber: Investor.id
Baca Juga
- IHSG Anjlok 3,78 Persen ke 4.904, Sentuh Level Terendah Sejak Oktober 2020 — Ekonomi
- KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan RI Terjaga di Triwulan III-2026, Tekanan Global Mengintai — Ekonomi
- PMI Manufaktur Indonesia Melonjak ke 54,0 pada Oktober, Tertinggi dalam 31 Bulan — Ekonomi
Redaksi Guyon Gayeng News