Kabar Terkini, Masa Depan Lebih Baik

Ekonomi

IHSG Melesat 2,25 Persen ke 5.030, Rupiah Menguat ke Rp18.082 per Dolar AS

IHSG ditutup menguat 2,25 persen ke level 5.030 pada Kamis (5/11/2026), menembus kembali level psikologis 5.000, sementara rupiah menguat 0,47 persen ke Rp18.082 per dolar AS.

Ilustrasi konsep perdagangan di pasar keuangan

Foto: Forextime.com / Wikimedia Commons (CC BY 2.0) — ilustrasi konsep pasar keuangan, bukan lantai bursa.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,25 persen ke level 5.030,26 pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026), naik 110,50 poin dari penutupan sebelumnya di 4.919,76. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 4.995 hingga 5.072 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.072,05. Nilai transaksi tercatat Rp9,8 triliun dengan 22,3 miliar saham diperdagangkan dalam 1,3 juta kali transaksi; sebanyak 440 saham naik, 178 turun, dan 99 tidak bergerak.

Penguatan ini disambut pasar sehari setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen (yoy) pada kuartal III-2026, di atas konsensus pasar 5,2 persen dan naik dari 5,29 persen pada kuartal II. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menilai pertumbuhan tersebut menjadi katalis positif bagi perekonomian domestik karena melampaui ekspektasi.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak indeks. Saham Bank Central Asia (BBCA) ditutup naik 3,96 persen ke Rp5.125, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 0,74 persen ke Rp2.710, dan Amman Mineral Internasional (AMMN) melonjak 8,28 persen ke Rp3.660. Di jajaran saham dengan kenaikan tertinggi, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) naik 34,72 persen ke Rp194, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik 34,55 persen ke Rp74, dan PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menguat 33,33 persen ke Rp32.

Rupiah ikut menguat 0,47 persen ke Rp18.082 per dolar AS pada penutupan yang sama. Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai sentimen rupiah juga datang dari hasil pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, yang dinilai pasar dapat meningkatkan tekanan terhadap Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang dengan Iran, serta dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026. Sejumlah mata uang Asia turut menguat pada perdagangan sore itu, antara lain baht Thailand 0,60 persen dan peso Filipina 0,84 persen.

Penguatan IHSG pada Kamis ini jauh lebih kuat dibandingkan sesi sebelumnya: pada Rabu (4/11/2026), indeks hanya naik 0,32 persen ke level 4.919,76.

Sumber: OWRITE; Romisaputra (data RTI Infokom)

Baca Juga

Redaksi Guyon Gayeng News