Antariksa Absurd
GEMPAR! Bintang Jatuh Melintasi Langit Makassar, Puluhan Warga Jalan Somba Opu Berebut Teriak Minta Hal yang Sama Persis Parodi
Fenomena alam langka berupa bintang jatuh di langit malam Makassar malah memicu kekacauan massal. Puluhan warga ternyata kompak meneriakkan satu permintaan yang sangat krusial demi keselamatan jemuran mereka esok hari.
Foto: Zebralongwing / Wikimedia Commons (CC BY 4.0)
<strong>MAKASSAR</strong> — Peristiwa menggetarkan ini terjadi pada Jumat malam di kawasan Jalan Somba Opu, sebuah wilayah padat penduduk di sudut Kota Makassar. Cahaya terang membelah langit selama kurang lebih tiga detik, membuat warga yang sedang nongkrong langsung berdiri serentak. Alih-alih meminta kedamaian dunia atau rezeki melimpah, puluhan orang justru berlarian ke halaman rumah masing-masing sambil menengadah panik.
Menurut saksi mata, suara teriakan warga terdengar bersahut-sahutan menembus keheningan malam. Mereka semua secara ajaib mengucapkan kalimat permohonan yang identik tanpa ada komando terlebih dahulu. Inti dari doa massal tersebut adalah memohon agar besok pagi matahari bersinar terik dan tidak ada setetes pun hujan turun saat jemuran dikeluarkan. Kekompakan ini bahkan mengalahkan paduan suara kelurahan setempat.
Pak Camat fiktif setempat, Bapak Daeng Sitaba, mengaku sudah mencoba menenangkan massa namun gagal total karena ia sendiri juga buru-buru mengangkat handuk basah dari pagar. Suasana baru kembali kondusif setelah bintang jatuh tersebut benar-benar menghilang di ufuk barat. Kini warga Jalan Somba Opu hanya bisa pasrah menunggu nasib cucian mereka di bawah ancaman awan mendung.
"Kalau saya minta jadi orang kaya tapi besok jemuran saya basah kena hujan, buat apa saya kaya? Mending miskin tapi celana dalam kering sempurna," ujar Ibu Sitti Rannu, warga RT 04 yang masih memegang jepitan baju dengan tatapan kosong.
Di antara puluhan warga yang berteriak histeris, seorang bapak bernama Pak Jumadi tampak paling emosional sambil memeluk tiang jemuran kosong. "Kalau besok hujan lagi, celana dalam saya yang motif polkadot itu akan resmi memasuki hari keempat tanpa sinar matahari dan mulai mengembangkan peradaban sendiri," ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Warga lain langsung mengangguk khidmat, menyadari bahwa ancaman ini jauh lebih mengerikan daripada fenomena kosmis mana pun.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Jalan Somba Opu telah kembali tenang meski beberapa warga masih berjaga-jaga menatap langit dengan leher kaku. Tiang-tiang jemuran dilaporkan berdiri tegak dalam formasi siaga satu, siap menerima gempuran pakaian basah kapan saja. BMKG setempat belum memberikan komentar karena petugasnya juga sedang sibuk mengangkat handuk yang belum kering di rumahnya masing-masing.
Baca Juga
- Warga Dengar Suara Aneh dari Langit, Diduga Alien Latihan Karaoke — Antariksa Absurd
- Ratusan Warga Yogyakarta Rela Antre 3 Jam di Depan Warung yang Ternyata Tutup, Anehnya Malah Saling Salaman Pulang! — Peristiwa Remeh
- Ayam Jago di Jalan Terong Ungu Kokok Tepat Pukul 04.00 Tiap Hari, Warga Yakin Ada Jam Weker Tertelan di Tenggorokannya — Fauna Fana
Redaksi Guyon Gayeng