Fauna Fana
GEMPAR! Ayam Jago di Jalan Terong Ungu Kokok Tepat Pukul 04.00 Tiap Hari, Warga Yakin Ada Jam Weker Tertelan di Tenggorokannya Parodi
Seekor ayam jago di Malang membuat resah satu kampung karena berkokok tanpa meleset sedetik pun setiap pukul empat pagi. Warga kini menduga kuat ayam tersebut secara diam-diam menelan jam weker atau minimal mengikuti kursus manajemen waktu.
Foto: PumpkinSky / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
<strong>MALANG</strong> — Warga Perumahan Griya Bayam Sejahtera di Jalan Terong Ungu, Kota Malang, sedang dilanda kebingungan massal sejak tiga minggu terakhir. Seekor ayam jago milik Pak Karyo berkokok tepat pukul 04.00 WIB setiap hari tanpa pernah telat maupun kecepetan satu detik pun. Ketepatan waktu unggas ini bahkan disebut-sebut lebih bisa diandalkan daripada jadwal angkutan kota yang sering mangkal sembarangan.
Kecurigaan mulai muncul ketika tetangga sebelah rumah, Bu Narsih, mencoba memajukan jam dindingnya lima menit untuk mengelabui si ayam. Namun, ayam tersebut tetap berkokok pas saat adzan subuh dari masjid fiktif Al-Ikhlasul Murni berkumandang, mengabaikan sepenuhnya tipuan murahan itu. Beberapa warga nekat mengendap-endap di dekat kandang pada pukul 03.50 untuk mencari tahu apakah ada bunyi detak mekanis dari dalam tubuh ayam tersebut sebelum ia membuka paruh.
Hingga berita ini diturunkan, Pak Karyo bersikeras bahwa ayamnya hanya memiliki disiplin spiritual yang tinggi dan menolak usulan warga untuk merontgen perut peliharaannya. Ia justru berencana mendaftarkan si ayam ke lowongan pekerjaan sebagai penjaga gerbang tol agar bakatnya tidak terbuang sia-sia di pekarangan rumah. Sementara itu, para tetangga kini mulai tidur memakai penutup telinga ganda karena merasa tertekan oleh standar kedisiplinan seekor unggas.
"Saya curiga ayam ini diam-diam langganan podcast produktivitas lewat earphone nirkabel yang disembunyikan di balik jengger," ujar Mas Tarno, warga Jalan Kangkung Melingkar yang sudah tiga malam gagal tidur karena sibuk memantau si ayam.
Merasa kewalahan dengan presisi waktu yang tidak masuk akal tersebut, warga Jalan Terong Ungu akhirnya menggelar rapat darurat di pos ronda pada Jumat malam. Mereka sepakat bahwa intervensi medis amatir sangat diperlukan sebelum ayam tersebut membuat seluruh kampung terserang insomnia akut. "Rencananya besok pagi kami mau pancing pakai biji jagung yang sudah ditusuk jarum pentul, siapa tahu jam wekernya ikut keluar atau minimal tombol snooze-nya bisa kami pencet dari luar," ujar Pak Darmo, ketua RT setempat, sambil menggambar sketsa operasi bedah unggas di atas kardus mi instan.
Hingga berita ini diturunkan pada Sabtu pagi, ayam jago milik Pak Karyo tetap berkokok tepat pukul 04.00 tanpa keterlambatan satu detik pun. Pak Karyo sendiri kini memilih tidur memakai penutup telinga berlapis tiga sambil memeluk bantal guling di ruang tamu. Sementara itu, jalan setapak menuju kandang ayam telah dipasangi garis polisi dari tali rafia kuning oleh warga untuk mencegah turis lokal yang ingin merekam fenomena tersebut.
Baca Juga
- Kucing Kampung di Medan Mogok Makan Ikan Asin, Paksa Tuannya Masak Ayam Goreng Tepung — Fauna Fana
- Kucing Oranye Tidur 19 Jam Sehari, Dinobatkan sebagai Pekerja Paling Konsisten se-RT — Fauna Fana
- Warga Dengar Suara Aneh dari Langit, Diduga Alien Latihan Karaoke — Antariksa Absurd
Redaksi Guyon Gayeng