Peristiwa Remeh
GEMPAR! Ratusan Warga Yogyakarta Rela Antre 3 Jam di Depan Warung yang Ternyata Tutup, Anehnya Malah Saling Salaman Pulang! Parodi
Puluhan warga Jalan Kembang Sore rela berdiri tiga jam menunggu Warung Makan Mak Nyus buka, padahal gembok pintunya masih terpasang rapi. Bukannya marah-marah, mereka malah asyik ngobrol dan pulang dengan hati tenang seolah habis makan enak.
Foto: PattayaPatrol / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
<strong>YOGYAKARTA</strong> — Sebuah fenomena langka terjadi di Jalan Kembang Sore, Yogyakarta, pada Sabtu pagi ini. Sekitar lima puluh orang tampak berbaris rapi membentuk antrean panjang di depan sebuah ruko bercat hijau pupus. Mereka berdiri tegak layaknya sedang mengantre tiket konser, lengkap dengan kipas angin portable dan botol minum masing-masing. Padahal, ruko tersebut adalah Warung Makan Mak Nyus yang hari ini jelas-jelas memasang tulisan "Tutup Karena Juragannya Lagi Rebahan".
Antrean ini mulai terbentuk sejak pukul tujuh pagi ketika seorang bapak bernama Pak Darmo salah memarkir sepedanya tepat di depan warung. Warga lain yang lewat mengira Pak Darmo sedang mengantre menu legendaris warung tersebut, yaitu Nasi Gudeg Kuah Imajinasi. Dalam waktu dua jam, jumlah manusia yang ikut berdiri diam di belakang Pak Darmo membengkak drastis tanpa ada satu pun yang bertanya warung ini sebenarnya buka atau tidak.
Yang paling membuat para pengamat sosial bingung adalah ketiadaan amarah dari massa setelah fakta pahit itu akhirnya disadari bersama. Tidak ada yang melempar sandal, tidak ada yang berteriak menuntut keadilan kuliner, dan tidak ada yang menelepon polisi. Mereka hanya saling berpandangan selama beberapa menit, lalu mengangguk paham seolah baru saja menyelesaikan ritual meditasi tingkat lanjut. Beberapa orang bahkan terlihat meregangkan otot betis dengan wajah sangat puas.
Di barisan tengah, Mbak Siti tampak tenang meski perutnya sudah berbunyi menyerupai orkestra keroncong. "Saya sama sekali tidak merasa dirugikan, Mas," ucapnya sambil mengelus lambung yang kempis. "Lagian kalau warungnya buka, saya belum tentu sanggup bayar, jadi antre di depan warung tutup ini justru menyelamatkan dompet sekaligus melatih kesabaran."
Hingga pukul sembilan malam, antrean panjang tersebut masih membentang rapi di trotoar Jalan Kembang Sore tanpa satu pun tanda-tanda kerusuhan. Beberapa warga bahkan mulai menggelar tikar dan menyeduh teh dari termos pribadi seolah sedang piknik rutin akhir pekan. Gembok pintu Warung Makan Mak Nyus tetap tertutup rapat, mengawasi puluhan manusia yang setia menanti keajaiban kuliner yang tak kunjung datang.
Baca Juga
- Kantong Plastik Hitam Tersangkut di Pohon Mangga, Warga Memilih Tidak Melakukan Apa-Apa — Peristiwa Remeh
- Lampu Merah Terlalu Lama, Pengendara Motor Sempat Menangisi Masa Depannya Sebelum Gas Pol Lagi — Peristiwa Remeh
- Warga Dengar Suara Aneh dari Langit, Diduga Alien Latihan Karaoke — Antariksa Absurd
Redaksi Guyon Gayeng