⚠️ Artikel Parodi & Satir — Cerita ini fiktif, jangan dianggap berita beneran ⚠️

"Tajam, Terpercaya, Tapi Gak Tahu Buat Apa."

Warga Woles

GEMPAR! Bapak Ronda RT 09 Pecahkan Rekor Duduk Diam 6 Jam, Penonton Sampai Beri Hormat Kayak Jenderal Parodi

Lomba duduk diam tingkat RT di Solo berakhir haru ketika seorang bapak ronda bertahan enam jam tanpa bergerak sedikit pun. Warga yang menonton langsung memberi hormat militer karena mengira beliau sudah mencapai pencerahan tertinggi.

GEMPAR! Bapak Ronda RT 09 Pecahkan Rekor Duduk Diam 6 Jam, Penonton Sampai Beri Hormat Kayak Jenderal Parodi

Foto: frank mckenna frankiefoto / Wikimedia Commons (CC0)

<strong>SOLO</strong> — Peristiwa bersejarah ini terjadi pada Sabtu pagi di Balai Warga Jalan Manggis Keriting Nomor 4, Kelurahan Joyo Mulyo, Kota Solo. Panitia RT 07 awalnya hanya ingin mengisi waktu luang dengan lomba yang tidak membutuhkan biaya pendaftaran mahal. Syaratnya cuma satu, peserta harus duduk di kursi plastik dan dilarang melakukan aktivitas apa pun sampai ada yang menyerah.

Peserta lain gugur satu per satu dalam hitungan menit karena gatal, pegal, atau tiba-tiba teringat belum mematikan kompor. Namun Pak Darmo, petugas ronda malam yang sehari-harinya terbiasa begadang menatap kekosongan, justru menemukan zona nyamannya. Ia duduk statis selama enam jam penuh tanpa berkedip, menggaruk, maupun mengubah posisi kaki yang sedari awal menyilang.

Saat panitia menghitung waktu dan mengumumkan rekor baru tersebut, suasana balai warga mendadak hening dan sakral. Para penonton yang semula makan gorengan perlahan berdiri serentak lalu memberikan hormat ala militer kepada Pak Darmo. Sang juara hanya membalas dengan tarikan napas pelan yang bahkan nyaris tidak menggerakkan dadanya.

"Saya kira Pak Darmo tadi mati suri, ternyata beliau cuma lagi menikmati angin sepoi-sepoi dari kipas angin yang bahkan tidak dinyalakan," ujar Bu Lastri, saksi mata sekaligus penjual es teh di lokasi kejadian.

Setelah pengumuman pemenang, panitia menyerahkan hadiah berupa satu galon air mineral dan kipas angin bekas yang bunyinya mirip mesin traktor. Pak Darmo sendiri tidak bisa langsung berdiri untuk menerima hadiah tersebut karena kedua kakinya kesemutan parah setelah enam jam mematung. "Pak Darmo akhirnya harus digotong pakai tandu darurat dari bambu pos ronda, tapi dia tetap pasang wajah datar kayak lagi rapat desa," ujar Bu Ginah, tetangga sebelah yang kebetulan ikut menonton sambil mengunyah kerupuk.

Hingga berita ini diturunkan, pos ronda RT 09 telah ditutup sementara dengan garis pembatas dari tali rafia kuning. Kursi plastik tempat Pak Darmo mencetak rekor kini dibiarkan kosong dan dijaga bergiliran oleh warga setempat layaknya benda pusaka. Beberapa ibu-ibu tampak masih duduk diam di sekitarnya, meski menurut ketua RT mereka hanya sedang mengantre giliran membeli minyak tanah.

Baca Juga

Redaksi Guyon Gayeng