Peristiwa Remeh
TRAGEDI 90 DETIK DI BEKASI: Lampu Merah Terlalu Lama, Pengendara Motor Sempat Menangisi Masa Depannya Sebelum Gas Pol Lagi Parodi
Seorang pemuda di Bekasi mengalami krisis eksistensial ringan akibat durasi lampu merah yang mencapai 90 detik. Untungnya, lampu hijau segera menyala dan ia melanjutkan perjalanan tanpa perubahan hidup berarti.
Foto: Emma0mb / Wikimedia Commons (CC BY 4.0)
<strong>BEKASI</strong> — Insiden filosofis ini terjadi pada Jumat sore di persimpangan Jalan Raya Melati Gundul, Kecamatan Harapan Fana, Bekasi. Seorang pengendara motor bernama Bimo Setiawan (27) terjebak lampu merah dengan hitungan mundur yang terasa seperti satu abad. Alih-alih memainkan ponsel atau menggaruk helm, Bimo justru menatap kosong ke aspal dan mulai mempertanyakan arah hidupnya.
Dalam kurun waktu 90 detik tersebut, Bimo dilaporkan sempat memikirkan apakah cicilan pancinya akan lunas tahun depan dan mengapa ia belum juga bisa membeli rumah. Beberapa pengendara di belakangnya melihat Bimo menghela napas panjang layaknya tokoh utama film drama yang kehilangan segalanya. Namun, begitu angka di lampu lalu lintas menyentuh nol dan warna berubah menjadi hijau, kaki kanannya langsung refleks memutar gas seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Peristiwa epik ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga sekitar yang kebetulan sedang menunggu angkot. Tidak ada korban jiwa maupun luka fisik dalam insiden perenungan singkat ini, hanya sedikit beban pikiran yang datang dan pergi bersama angin sore Bekasi. Bimo kini dikabarkan sudah sampai di kosannya dan sedang merebus mi instan dengan tenang.
"Untung lampunya cuma 90 detik, Mas. Kalau tiga menit, saya takut dia malah turun dari motor terus buka praktik pijat refleksi di trotoar," ujar Jarwo Kuntadi, seorang penjual kerupuk keliling yang ikut berhenti di persimpangan Jalan Raya Melati Gundul.
Kesaksian dari pengendara lain yang terjebak di antrean lampu merah yang sama turut menambah dramatisnya peristiwa ini. Seorang bapak bernama Hendro yang kebetulan berada di jalur sebelah mengaku sempat panik melihat Bimo menatap langit dengan mata berkaca-kaca. "Saya kira dia sedang menerima wahyu atau mau pingsan, ternyata cuma nungguin angka hitung mundur nyampe nol," ujar Hendro sambil membenarkan letak helmnya yang miring.
Saat berita ini diturunkan, persimpangan tersebut telah kembali beroperasi seperti biasa tanpa ada peringatan khusus dari pihak berwenang. Lampu merah 90 detik itu masih menyala dengan durasi yang sama, siap menguji ketahanan mental para pengguna jalan berikutnya setiap harinya. Sementara itu, Bimo dilaporkan sudah tiba di tempat tujuannya dan kini menjalani rutinitas normal seolah tidak pernah mengalami krisis eksistensial di atas jok motornya.
Baca Juga
- Ratusan Warga Yogyakarta Rela Antre 3 Jam di Depan Warung yang Ternyata Tutup, Anehnya Malah Saling Salaman Pulang! — Peristiwa Remeh
- Kantong Plastik Hitam Tersangkut di Pohon Mangga, Warga Memilih Tidak Melakukan Apa-Apa — Peristiwa Remeh
- Warga Dengar Suara Aneh dari Langit, Diduga Alien Latihan Karaoke — Antariksa Absurd
Redaksi Guyon Gayeng