Ekonomi
Cadangan Devisa RI Naik Tipis ke US$146,8 Miliar pada Oktober 2026, Setara 5,3 Bulan Impor
Bank Indonesia mencatat cadangan devisa naik US$500 juta menjadi US$146,8 miliar pada akhir Oktober 2026, ditopang penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Posisi itu setara pembiayaan 5,3 bulan impor.
Foto: Forextime.com / Wikimedia Commons (CC BY 2.0) — ilustrasi konsep pasar keuangan, bukan kantor Bank Indonesia.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia mencapai US$146,8 miliar pada akhir Oktober 2026, naik US$500 juta atau sekitar 0,34 persen dari US$146,3 miliar pada akhir September 2026.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan kenaikan terutama ditopang penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Perkembangan posisi cadangan devisa juga dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor, atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. “Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).
Meski naik secara bulanan, posisi Oktober masih lebih rendah dibandingkan US$150 miliar pada Oktober 2025. Rupiah sendiri masih berada di atas Rp18.100 per dolar AS pada Jumat siang, dengan kurs tercatat Rp18.133 per dolar AS pada pukul 11.52 WIB.
Sumber: Investor.id
Baca Juga
- IHSG Melesat 2,25 Persen ke 5.030, Rupiah Menguat ke Rp18.082 per Dolar AS — Ekonomi
- Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen pada Kuartal III-2026, Lampaui Proyeksi Konsensus — Ekonomi
- KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan RI Terjaga di Triwulan III-2026, Tekanan Global Mengintai — Ekonomi
Redaksi Guyon Gayeng News