Kabar Terkini, Masa Depan Lebih Baik

Teknologi

SoftBank dan ABB Cari Jalan Selamatkan Kesepakatan Robotik US$5,4 Miliar dari Blokir China

SoftBank dan ABB menjajaki pemisahan bisnis robotik ABB di China menjadi entitas terpisah, setelah Beijing memblokir kesepakatan senilai US$5,4 miliar awal pekan ini — blokir kedua atas kesepakatan teknologi asing tahun ini.

Robot industri ABB yang dipamerkan di Swedia

Foto: Dependability / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0) — Robot industri ABB yang dipamerkan di Västerås, Swedia. Foto ini hanya ilustrasi, bukan unit bisnis ABB di China.

SoftBank dari Jepang dan grup teknik Swiss ABB sedang menjajaki pemisahan unsur China dari kesepakatan robotik senilai US$5,4 miliar yang diblokir Beijing awal pekan ini. Demikian laporan Bloomberg News pada Sabtu (7/11/2026), mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Skema yang dikaji adalah carve-out: bisnis China dipisah menjadi entitas tersendiri dengan kepemilikan yang berbeda, sehingga sisa kesepakatan di luar China tetap bisa berjalan. SoftBank tidak menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja, sementara ABB menolak berkomentar soal laporan tersebut.

Ini menjadi kesepakatan kedua yang diblokir China tahun ini. Pada April lalu, Beijing memerintahkan Meta untuk membatalkan akuisisi startup kecerdasan buatan (AI) Manus senilai lebih dari US$2 miliar, seiring pengetatan pengawasan atas investasi asing yang menyentuh teknologi garis depan.

ABB juga mempertimbangkan opsi lain, termasuk mencari pembeli lain untuk bisnis robotiknya. Laporan itu menyebut bisnis tersebut berpotensi bernilai US$2 miliar hingga US$3 miliar.

Taruhan di China terbilang besar bagi ABB. China adalah pasar robotik terbesar perusahaan itu dan menyumbang sekitar 30 persen bisnis robotiknya. ABB mengoperasikan sekitar 30 perusahaan lokal di China dengan sekitar 15.000 karyawan di hampir 130 kota, serta kanal daring dan luring di hampir 700 kota.

Sumber: Reuters

Baca Juga

Redaksi Guyon Gayeng News