Kabar Terkini, Masa Depan Lebih Baik

Gadget

Rumor Kacamata Pintar Nothing Ternyata Salah Nama, Bukan Produk Baru

Kabar soal dua kacamata pintar Nothing ternyata alarm palsu: sumbernya adalah penamaan yang menyesatkan dari sebuah peritel.

Foto kacamata pintar di sebuah pameran

Foto: Xuthoria / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kabar mengenai Nothing yang dikabarkan sedang mengembangkan dua kacamata pintar dipastikan tidak benar. Rumor yang sempat beredar luas tersebut ternyata berawal dari kesalahan penamaan yang dilakukan oleh sebuah peritel, bukan merupakan rencana peluncuran produk baru dari perusahaan teknologi itu.

Informasi keliru ini pertama kali mencuat melalui laporan GSMArena pada 14 Oktober 2026. Saat itu, seorang pembocor informasi bernama Roland Quandt menyebutkan bahwa Nothing tengah mengerjakan dua perangkat kacamata pintar sekaligus. Kabar tersebut langsung menarik perhatian banyak pihak karena spesifikasi yang diklaim cukup lengkap untuk kedua perangkat.

Berdasarkan klaim awal dalam rumor tersebut, kacamata pintar pertama disebut sebagai perangkat audio. Kacamata ini digadang-gadang memiliki kemampuan untuk memutar musik, melakukan panggilan telepon, serta mengakses asisten suara dari ponsel pengguna. Selain itu, perangkat ini juga diklaim dilengkapi dengan lensa fotokromik. Sementara itu, kacamata pintar kedua dikabarkan membawa fitur kamera dengan dukungan kecerdasan buatan, termasuk integrasi ChatGPT, fungsi terjemahan, dan berbagai kemampuan lainnya.

Namun, spekulasi mengenai keberadaan kedua perangkat ini segera terpatahkan. Artikel GSMArena yang memuat laporan awal tersebut kemudian diperbarui dengan keterangan resmi yang menegaskan bahwa kabar itu adalah alarm palsu. Pembaruan artikel secara spesifik menjelaskan bahwa seluruh rumor tersebut murni merupakan kasus penamaan yang menyesatkan dari pihak peritel, bukan bocoran tentang proyek pengembangan produk sungguhan.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, dapat dipastikan bahwa Nothing tidak sedang merancang maupun memproduksi kacamata pintar seperti yang sebelumnya ramai dibicarakan. Kesalahan penyebutan nama oleh peritel inilah yang memicu kesalahpahaman di kalangan pengamat teknologi dan konsumen.

Sumber: GSMArena

Baca Juga

Redaksi Guyon Gayeng News