Kabar Terkini, Masa Depan Lebih Baik

Ekonomi

Nasdaq Anjlok 5,5 Persen, Saham Teknologi Ambles: Kekhawatiran atas AI dan Pusat Data Picu Aksi Jual

Indeks Nasdaq jatuh 5,5 persen pada Kamis (5/11/2026), penurunan harian terdalam sejak April 2025, seiring investor menilai ulang prospek pembangunan pusat data AI. Sekitar US$2 triliun nilai pasar Nasdaq lenyap dalam sehari.

Ilustrasi konsep perdagangan di pasar keuangan

Foto: Forextime.com / Wikimedia Commons (CC BY 2.0) — ilustrasi konsep pasar keuangan, bukan lantai bursa Nasdaq.

Indeks Nasdaq Composite anjlok 5,5 persen pada Kamis, 5 November 2026, penurunan harian terdalam sejak April 2025. Investor menilai ulang prospek pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) setelah kemenangan besar Partai Demokrat pada pemilihan sela Amerika Serikat. Indeks S&P 500 turun 4,4 persen, sementara Dow Jones melemah 3,4 persen.

Reuters melaporkan sekitar US$2 triliun nilai pasar Nasdaq lenyap dalam satu sesi perdagangan. Nasdaq 100, indeks berisi perusahaan teknologi terbesar, jatuh 6,4 persen dan kehilangan nilai pasar sekitar US$2,5 triliun. Nasdaq kini berada di wilayah koreksi, sekitar 12 persen di bawah rekor penutupan 6 Oktober, setelah sempat turun hingga 14 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai sebulan lalu.

Kerusakan terpusat pada saham semikonduktor dan infrastruktur AI. Indeks Semikonduktor Philadelphia anjlok 12 persen, penurunan terbesar kedua sepanjang sejarah. SanDisk jatuh 22 persen, sedangkan Micron, AMD, dan Marvell masing-masing turun 17 persen. Nvidia, perusahaan yang paling identik dengan ledakan AI, turun 9 persen. Tesla melemah sekitar 10,8 persen, Broadcom lebih dari 10 persen, dan Oracle 7 persen. Perusahaan neocloud yang menyewakan daya komputasi AI juga terpukul: CoreWeave turun 10 persen dan Nebius 15 persen.

Menurut Reuters, investor khawatir Kongres yang kini dikuasai Demokrat akan memperlambat pembangunan pusat data lewat pengawasan yang lebih ketat, regulasi baru, atau dukungan terhadap pembatasan lokal. Gubernur terpilih Texas berkampanye dengan janji moratorium sementara pembangunan pusat data dan penghapusan insentif pajak tertentu bagi perusahaan yang membangun pusat data — padahal Texas menjadi salah satu pusat rencana pembangunan pusat data raksasa Google, Meta, Oracle, dan OpenAI. Tekanan juga diperkuat laporan keuangan Amazon dan Alphabet yang mengecewakan serta biaya pendanaan infrastruktur AI yang makin mahal.

Indeks volatilitas Cboe (VIX), tolok ukur ketakutan pasar Wall Street, melonjak hampir 70 persen dari penutupan Rabu. Ini merupakan hari kedua berturut-turut saham-saham AI dijual, dan penurunan Nasdaq kelima yang melampaui 500 poin sejak pertengahan Oktober.

Aksi jual merembet ke Asia. Kospi Korea Selatan anjlok hampir 9 persen pada pembukaan perdagangan Jumat, memicu penghentian perdagangan selama 20 menit, menurut CNN.

Perlu dicatat, tidak ada perusahaan AI besar yang mengumumkan pembatalan produk atau kehilangan pelanggan pada 5 November, dan tidak ada undang-undang atau regulasi baru yang diumumkan. Aksi jual ini digerakkan oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan di masa depan, bukan oleh kebijakan yang sudah diputuskan.

Sumber: Reuters

Baca Juga

Redaksi Guyon Gayeng News