Teknologi
Moonshot Batasi Kemampuan Peretasan di Model Kimi K3.1 Pro, Jelang Rilis Bobot Terbuka
Startup China itu menghapus data siber dari pelatihan model terbarunya dan memangkas skor serangan siber internalnya, sebelum bobot model dirilis terbuka pada 4 November.
Foto: Lionel Rowe / Wikimedia Commons (CC0)
Moonshot AI membatasi kemampuan ofensif siber pada model terbarunya, Kimi K3.1 Pro, di tengah kekhawatiran yang kian besar bahwa kecerdasan buatan yang makin otonom bisa mempercepat serangan peretasan. Startup yang berbasis di Beijing itu mengumumkan pembatasan tersebut pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bersamaan dengan peluncuran model yang diklaimnya sebagai model bobot terbuka paling mumpuni, di kelas 3 triliun parameter.
Perusahaan berencana mempublikasikan bobot model itu — berkas yang memungkinkan pengembang luar menjalankan dan memodifikasinya sendiri — pada 4 November. Moonshot mengatakan telah menghapus data terkait siber dari korpus pelatihan dan dari lingkungan pembelajaran penguatan (reinforcement learning) yang dipakai mengembangkan model, sambil tetap mempertahankan kemampuan pengodean umumnya.
"Kami bertujuan untuk tidak merilis bobot terbuka yang akan memperluas batas kemampuan siber secara absolut," kata perusahaan itu, seperti dikutip Reuters.
Langkah ini diambil saat pemerintah, perusahaan teknologi, dan peneliti keamanan makin khawatir AI bisa membuat peretasan canggih menjadi lebih mudah dan murah. Model yang bisa menulis kode, mengoperasikan perangkat lunak, dan menyelesaikan tugas bertahap yang panjang berpotensi membantu pengguna menemukan kelemahan program dan mengotomasi sebagian serangan siber.
Konteksnya, pemerintah China pada pekan sebelumnya mengusulkan kontrol ekspor yang akan melarang ekspor teknologi pembuatan dan mutasi malware berbasis AI serta membatasi perangkat penemuan kerentanan berbantuan AI. Rancangan aturan yang masih dibuka untuk komentar publik itu menyebut risiko pemakaian terhadap infrastruktur kritis, sistem industri pertahanan, maupun untuk melewati perlindungan keamanan.
Moonshot berargumen sisi lain dari bobot terbuka: model terbuka bisa membantu lebih banyak organisasi memeriksa dan mengamankan perangkat lunaknya sendiri, termasuk sistem lama yang jarang mendapat perhatian. Namun, berbeda dengan sistem tertutup, begitu bobot tersebar luas, pengembang asli lebih sulit membatasi pemakaian, memantau, atau memperbarui pengamannya.
Sebagai bukti ukur, perusahaan menyebut K3.1 Pro mencetak 81,0 persen pada tolok ukur siber internalnya, dibanding 90,5 persen untuk versi serupa tanpa langkah pengurangan risiko — pengujian menemukan dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak di lingkungan terkendali. Moonshot menyebut penyaringan data siber itu menurunkan kinerja ofensif model, meski tetap melampaui pendahulunya. Hasil tersebut belum diverifikasi secara independen.
Di luar soal keamanan, K3.1 Pro dibekali jendela konteks 1 juta token sehingga bisa memproses teks dalam jumlah sangat besar sekaligus. Moonshot juga merilis varian lebih cepat, K3.1 Pro Highspeed, yang diklaim berjalan dua hingga tiga kali lebih cepat dari versi standar.
Sumber: Reuters
Baca Juga
- Model AI Terdepan OpenAI Kini Tersedia Lewat Google Cloud — AI
- Gemini Personal Intelligence Meluncur di Android Auto — AI
- ColorOS 17 Mulai Menggeliat Global, Ini Jadwal Peluncurannya — Aplikasi
Redaksi Guyon Gayeng News