Iklim Ikhlas
Mendung Menggantung 4 Jam Tanpa Hujan, Warga Pasrah dan Sepakat Tidak Menunggu Lagi Parodi
Prakiraan hari ini: kemungkinan hujan antara ya dan tidak. Jemuran sudah dimasukkan, dikeluarkan lagi, lalu dimasukkan lagi.
SEMARANG — Langit di atas sebuah perumahan di Semarang tampak mendung pekat selama empat jam penuh pada Rabu siang, tanpa menjatuhkan setetes pun hujan. Warga yang semula siaga akhirnya sepakat untuk pasrah dan melanjutkan hidup masing-masing.
"Awalnya saya panik, jemuran saya angkat semua. Terus mendungnya tidak hujan-hujan. Saya keluarkan lagi jemurannya. Terus saya angkat lagi karena takut. Sekarang jemuran saya ada di dalam rumah dan saya sudah capek," ujar Bu Yani (44), warga sekaligus korban utama fenomena ini.
Pakar fenomena alam sepele kami, Siti Silap, menjelaskan bahwa mendung seperti ini dikenal dengan istilah "mendung PHP": tampak menjanjikan, tetapi tidak memberikan apa-apa.
"Secara ilmiah, awan itu mengandung air. Secara perasaan, awan itu mengandung ketidakpastian. Kami di rubrik Iklim Ikhlas tidak berani memastikan apa-apa." — Siti Silap
Prakiraan cuaca Guyon Gayeng untuk besok: langit kemungkinan cerah, mendung, atau hujan. Suhu diperkirakan antara sejuk dan gerah. Angin bertiup dari arah yang tidak sempat dicatat.
Menjelang sore, mendung akhirnya bubar dengan sendirinya tanpa penjelasan. Warga menutup hari itu dengan kesimpulan bersama: "Ya sudah, ikhlaskan saja."
Redaksi Guyon Gayeng