Kabar Terkini, Masa Depan Lebih Baik

Ekonomi

Inflasi Indonesia Melambat ke 3,23 Persen pada Oktober, Masih dalam Sasaran Bank Indonesia

Inflasi tahunan Indonesia melambat tipis menjadi 3,23 persen pada Oktober dari 3,28 persen pada September, masih dalam rentang sasaran 1,5–3,5 persen, dengan harga pangan dan tarif transportasi sebagai pendorong utama.

Ilustrasi konsep perdagangan di pasar keuangan

Foto: Forextime.com / Wikimedia Commons (CC BY 2.0) — ilustrasi konsep pasar keuangan, bukan kantor Badan Pusat Statistik.

Inflasi tahunan Indonesia melambat tipis pada Oktober 2026. Data resmi yang dirilis Senin (2/11/2026) menunjukkan inflasi mencapai 3,23 persen secara tahunan, turun dari 3,28 persen pada September.

Angka itu sedikit di bawah ekspektasi jajak pendapat Reuters sebesar 3,29 persen. Inflasi inti tahunan, yang tidak memasukkan harga yang diatur pemerintah dan harga pangan yang mudah bergejolak, tercatat 2,56 persen, juga di bawah perkiraan jajak pendapat sebesar 2,75 persen.

Dengan capaian tersebut, inflasi tetap berada dalam rentang sasaran bank sentral sebesar 1,5 hingga 3,5 persen untuk 2026 dan 2027.

Menurut Ateng Hartono, deputi kepala Badan Pusat Statistik, pendorong utama inflasi Oktober adalah harga pangan — termasuk cabai, beras, dan daging sapi — serta kenaikan tarif transportasi akibat kenaikan harga bahan bakar.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan total 100 basis poin pada Mei hingga Juni untuk menopang rupiah yang melemah dan menjaga inflasi tetap terkendali.

Sumber: Reuters

Baca Juga

Redaksi Guyon Gayeng News