Kabar Terkini, Masa Depan Lebih Baik

Komponen

Harga DDR5 Melonjak, Intel dan AMD Kembali Melirik DDR4

Di tengah melonjaknya harga DDR5, Intel dan AMD kembali melirik DDR4 lewat motherboard dan platform baru.

Foto close-up motherboard komputer

Foto: Lenharth Systems / Wikimedia Commons (CC0)

Intel dan AMD kembali menghidupkan dukungan untuk memori DDR4 menyusul melonjaknya harga DDR5 di tengah kelangkaan RAM yang terjadi saat ini. Langkah kedua produsen prosesor tersebut dilaporkan pada awal Oktober 2026 sebagai respons langsung terhadap kondisi pasar komponen komputer yang semakin memberatkan konsumen.

Perbedaan biaya antara kedua jenis memori itu kini sangat mencolok. Sebagai perbandingan, satu kit DDR5 Corsair Vengeance berkapasitas 32GB dibanderol dengan harga 620 dolar AS. Sementara itu, padanan DDR4 dengan kapasitas serupa hanya dihargai 260 dolar AS. Selisih harga yang jauh inilah yang mendorong Intel maupun AMD meninjau ulang strategi mereka agar tetap relevan di pasar.

Di kubu Intel, Gigabyte telah mengumumkan dua lini motherboard baru yang dirancang untuk mendukung prosesor berbasis soket LGA 1700 mendatang. Soket ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021 bersamaan dengan peluncuran prosesor Alder Lake generasi ke-12. Pada debutnya, platform tersebut mendukung penggunaan DDR4 sekaligus DDR5, sebelum Intel akhirnya beralih sepenuhnya ke DDR5 saja pada tahun 2024. Chip LGA 1700 yang baru ini diperkirakan akan hadir pada awal tahun 2027.

Sementara itu, AMD juga memperbarui fokusnya pada platform AM4 yang masih mengandalkan kompatibilitas DDR4. Gigabyte turut menghadirkan motherboard AM4 baru pada Agustus 2026. Peluncuran perangkat keras ini dilakukan bersamaan dengan momen peluncuran ulang peringatan 10 tahun untuk prosesor Ryzen 7 5800X3D.

Kembalinya perhatian dua raksasa teknologi ini ke standar memori lama menunjukkan bahwa tingginya harga DDR5 berdampak nyata pada arah industri. Dukungan ulang terhadap DDR4 diharapkan dapat memberikan alternatif bagi pengguna yang terdampak kelangkaan dan lonjakan harga RAM saat ini.

Sumber: Analytics Insight

Baca Juga

Redaksi Guyon Gayeng News