Ekonomi
Binance Diretas: Dampak Diperkirakan 6,3 Miliar Dolar AS, Terbesar dalam Sejarah Kripto
Pelanggaran keamanan di Binance, bursa kripto terbesar dunia, diperkirakan berdampak 6,3 miliar dolar AS — terbesar yang pernah tercatat. Sekitar 3 miliar dolar AS aset sudah dibekukan, dan Binance berjanji menanggung semua kerugian peretasan.
Foto: Forextime.com / Wikimedia Commons (CC BY 2.0) — ilustrasi konsep perdagangan, bukan kantor atau dompet Binance.
Binance, bursa kripto terbesar di dunia, mengalami pelanggaran keamanan dengan dampak yang diperkirakan mencapai 6,3 miliar dolar AS — menjadikannya peretasan kripto terbesar yang pernah tercatat, menurut laporan Reuters pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Angka itu masih berupa perkiraan, dan rincian akhirnya belum final. Binance mengatakan telah bekerja sama dengan para mitra untuk membekukan aset yang terdampak, dengan sekitar 3 miliar dolar AS sudah dilacak sejauh ini. Untuk sisa sekitar 3,3 miliar dolar AS, belum ada kabar terbaru. Salah satu pendiri Binance, Yi He, mengatakan perusahaan akan menanggung "semua kerugian peretasan".
Sebagai langkah pencegahan, Binance menangguhkan sementara semua setoran dan penarikan selagi timnya melakukan pemeriksaan keamanan, membekukan dana, dan bekerja sama dengan penegak hukum. Binance juga menyatakan akan menanggung semua kerugian pengguna.
Perusahaan analisis blockchain Chainalysis memperkirakan setidaknya 5,912 miliar dolar AS dicuri, dengan dana bergerak melintasi beberapa jaringan blockchain, termasuk Bitcoin, Ethereum, Tron, dan Ripple. Sementara itu, penerbit stablecoin ikut membekukan dana yang terkait insiden ini: Tether membekukan lebih dari 1,567 miliar dolar AS dalam USDT, dan Circle membekukan lebih dari 800 juta dolar AS dalam USDC.
Penyebab dan pelaku insiden ini belum dikonfirmasi secara publik. Binance menduga pelanggaran itu mungkin melibatkan laptop seorang engineer DevOps yang disusupi sehingga memungkinkan penarikan tanpa izin — penjelasan yang masih berstatus dugaan, bukan temuan final.
Guncangan itu menjalar ke pasar. Bitcoin turun sekitar 3 persen ke 76.469,82 dolar AS, level terendah dalam enam minggu, sementara ether turun lebih dari 3 persen ke 2.185,83 dolar AS. Saham bursa kripto Coinbase turun 4,8 persen dan saham Strategy, pembeli bitcoin, turun hampir 6 persen dalam perdagangan lanjutan di Amerika Serikat.
Skala insiden ini melampaui rekor-rekor sebelumnya. Peretasan Bybit pada Februari 2025 senilai 1,5 miliar dolar AS selama ini menjadi yang terbesar, diikuti Poly Network pada Agustus 2021 senilai 610 juta dolar AS — yang hampir seluruh dananya belakangan dikembalikan peretas — Ronin Network pada Maret 2022 senilai sekitar 540 juta dolar AS, Coincheck pada Januari 2018 senilai 530 juta dolar AS, dan Mt. Gox yang kehilangan bitcoin senilai hampir 500 juta dolar AS antara 2011 dan 2014.
Baca Juga
- Saham Software Anjlok: Fortinet Turun 25 Persen, ServiceNow 18 Persen di Tengah Kekhawatiran Disrupsi AI — Teknologi
- Shell Cetak Laba Tertinggi Sejak 2022, Naikkan Buyback Jadi 5 Miliar Dolar AS — Ekonomi
- Samsung Cetak Laba Rekor pada Kuartal III, Didukung Ledakan Cip AI — Teknologi
Redaksi Guyon Gayeng News